Breaking Post
Home » Health » Baby » Kesalahan yang bisa terjadi saat pemberian MP-ASI

Kesalahan yang bisa terjadi saat pemberian MP-ASI

Ada sebuah catatan mengenai kesalahan saat pemberian MP-ASI  yang memberikan keterangan bahwa ketika proses pemberian makanan pendamping asi (MP-ASI) dilakukan kurang tepat maka akan berdampak kepada bayi yaitu justru mengakibatkan kondisi kurang gizi.

Pemberian MP-ASI terlalu awal tidak disarankan karena :

  1. ASI dapat tergantikan oleh cairan atau makanan lain yang kualitas nutrisinya kurang dibandingkan ASI.
  2. Kurangnya permintaan hisapan bayi karena kenyang akibat MP-ASI menyebabkan penurunan suplai ASI ibu.
  3. Peningkatan risiko infeksi karena terpapar makanan bayi yang tidak steril.
  4. Bayi belum dapat mencerna makanan tertentu dengan baik.
  5. Pemaparan dini terhadap makanan tertentu dapat memicu alergi.

Gangguan yang sering terjadi pada Pemberian MP-ASI terlalu awal

Makanan-bayi-sehat

img by: http://www.walmart.com/

Bayi lebih sering menderita diare. Hal ini disebabkan cara menyiapkan makanan yang kurang bersih juga karena pembentukan zat anti oleh usus bayi yang belum sempurna.

  1. Bayi mudah alergi terhadap zat makanan tertentu. Keadaan ini terjadi akibat usus bayi yang masih permeable, sehingga mudah dilaui oleh protein asing.
  2. Terjadi malnutrisi atau gangguan pertumbuhan anak. Bila makanan yang diberikan kurang bergizi dapat mengakibatkan anak menderita KEP ( Kurang Energi Protein ) dan dapat terjadi sugar baby atau obesitas bila makanan yang diberikan mengandung kalori yang terlalu tinggi.
  3. Produksi ASI menurun, karena bayi yang sudah kenyang dengan MP-ASI tadi, maka frekuensi menyusu menjadi lebih jarang, akibatnya dapat menurunkan produksi ASI.
  4. Tingginya solute load dari MP-ASI yang diberikan, sehingga dapat menimbulkan hiperosmolaritas yang meningkatkan beban ginjal.

Dampak yang diakibatkan Pemberian MP-ASI terlalu Dini

Risiko jangka pendek:

  1. Pengenalan makanan selain ASI kepada diet bayi akan menurunkan frekuensi dan intensitas pengisapan bayi, yang akan merupakan risiko untuk terjadinya penurunan produksi ASI.
  2. Pengenalan serealia dan sayur-sayuran tertentu dapat mempengaruhi penyerapan zat besi dari ASI sehingga menyebabkan defisiensi zat besi dan anemia.
  3. Risiko diare meningkat karena makanan tambahan tidak sebersih ASI.
  4. Makanan yang diberikan sebagai pengganti ASI sering encer, buburnya berkuah atau berupa sup karena mudah dimakan oleh bayi. Makanan ini memang membuat lambung penuh, tetapi memberi nutrient lebih sedikit daripada ASI sehi ngga kebutuhan gizi / nutrisi anak tidak terpenuhi.
  5. Anak mendapat faktor pelindung dari ASI lebih sedikit, sehingga risiko infeksi meningkat.
  6. Anak-anak minum ASI lebih sedikit, sehingga akan lebih sulit untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak.
  7. Defluk atau kolik usus yaitu istilah yang digunakan bagi kerewelan atau tangisan yang terus-menerus bagi bayi yang dipercaya karena adanya kram di dalam usus.

 Risiko jangka panjang:

  1. Kelebihan dalam memberikan makanan adalah risiko utama dari pemberian makanan yang terlalu dini pada bayi. Konsekuensi pada usia-usia selanjutnya adalah terjadi kelebihan berat badan ataupun kebiasaan makan yang tidak sehat.
  2. Kandungan natrium dalam ASI yang cukup rendah ( + 15 mg/100 ml ). Namun, masukan dari diet bayi dapat meningkat drastis jika makanan telah dikenalkan. Konsekuensi dikemudian hari Akan menyebabkan kebiasaan makan yang memudahkan terjadinya gangguan/hipertensi.
  3. Pemberian makan pada bayi tanpa memperhatikan diet yang mengandung tinggi energy dan kaya akan kolesterol serta lemak jenuh, sebaliknya kandungan lemak tak jenuh yang rendah dapat menyebabkan terjadinya arteriosclerosis dan penyakit jantung iskemik.
  4. Alergi makanan. Belum matangnya system kekebalan dari usus pada umur yang dini dapat menyebabkan alergi terhadap makanan. Manivestasi alergi secara klinis meliputi gangguan gastrointestinal, dermatologis, gangguan pernapasan sampai terjadi syok anafilaktik.

Memulai MP-ASI terlalu lambat tidak disarankan karena:

  1. ASI saja sudah dapat mencukupi kebutuhan nutrisi untuk pertumbuhanya, terutama mikronutrien besi dan zinc.
  2. Dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan malnutrisi pada anak.
  3. Dapat mempengaruhi perkembangan keterampilan motorik mulut seperti kemampuan mengunyah dan penerimaan rasa dan tekstur makanan.

Keadaan ini memerlukan penanganan tidak hanya dengan penyediaan pangan, tetapi dengan pendekatan yang lebih komunikatif sesuai dengan tingkat penidikan dan kemampuan masyarakat. Selain itu ibu-ibu kurang menyadari bahwa bayi berumur 4-6 bulan memerlukan MP-ASI dalam jumlah dan mutu yang semakin bertambah, sesuai dengan pertambahan umur bayi dan kemampuan alat cernanya.