Masalah-denda-angsuran-kredit-motor

Menghadapi pihak finance masalah denda angsuran, begini caranya

Denda angsuran kredit pada sebuah lembaga keuangan atau finance memang kerap menjadi dilema tersendiri bagi yang sedang mengalami kesulitan keuangan.

Saat ini sudah cukup populer untuk masyarakat bahwa proses pengajuan kredit kepemilikan barang seperti kendaraan bermotor maupun barang electronik sudah sangat mudah dengan adanya perusahaan finance.

Dengan memiliki uang muka atau bahkan tanpa DP banyak sekali penawaran special yang dibuat oleh lembaga keuangan finance hanya untuk memikat konsumen.

Namun dibelakang itu masih banyak sesuatu yang perlu dicermati oleh masyarakat bahwa ada kelebihan serta kekurangannya meskipun pada awalnya terasa sangat mudah.

Sederhananya adalah jika uang muka sudah besar maka angsuran setiap bulan juga akan relative kecil demikian pula jika jangka waktu pinjaman lebih pendek maka nilai angsuran juga akan semakin besar.

Baiklah, untuk peraturan mengenai ansuran pinjaman adalah sudah ditentukan oleh kebijakan masing masing perusahaan sesuai dengan undang undang terlindungi hukum. Namun ada satu persoalan yang masih tampak abu abu dibalik hal hal tersebut.

Yaitu masalah denda keterlambatan angsuran. Besarnya denda ini masih belum memiliki dasar yang pasti antara pihak finance satu dengan yang lainnya. Baca juga solusi kesulitan membayar hutang.

Sebagai contoh ketika saya pernah mengalami beberapa kali keterlambatan pembayaran angsuran, kemudian ada sejumlah tagihan denda yang nominalnya sungguh fantastis bahkan bisa melebihi nilai angsuran satu bulan.

Dengan keras saya menolak tagihan tersebut hingga pada akhirnya pimpinan perusahaan bersedia untuk berkomunikasi dengan saya. Lebih aneh lagi ketika saya mendapati perbedaan situasi antara pihak penagih dengan kebijakan yang diberikan oleh pimpinan perusahaan.

Memang ketika melengkapi form permohonan kredit sudah tertera pasal denda keterlambatan angsuran, namun kenyataanya hal ini masih dapat dilakukan negosiasi.

Yang artinya jika ada seorang penagih yang meminta sejumlah uang denda, maka lebih baik hal ini dibicarakan saja dan tidak perlu terburu buru untuk dibayar meskipun dengan nada ancaman atau tampak ditakut takuti.

Lebih transparan lagi jika bisa berkomunikasi dengan atasan mereka untuk masalah pembayaran denda ini yang ternyata masih dapat ditawar bahkan saya diberikan potongan denda hingga 80% dari total denda yang di tagih sebelumnya.

Menghitung besarnya denda angsuran kredit motor dan mobil

Diantara begitu banyaknya lembaga finance tentu memiliki kebijakan yang berbeda beda. Salah satu contohnya yakni Adira Finance yang memberikan denda sebesar 0,2% per harinya dihitung dari nilai angsurannya.

Menurut Deputy Director Head of Retail Car Financing Adira Finance ia mengungkapkan bahwa bukanlah uang yang perusahaan butuhkan akan tetapi kedisiplinan nasabah dalam membayar angsuran.

Memang nominal denda tidaklah terlalu besar akan tetapi jika nasabah selalu terlambat dalam membayarnya maka semakin lama denda akan semakin besar. Sehingga dengan jumlah cicilan yang harus mereka bayar setiap bulannya mereka harus lagi membayar dendanya.

Untuk menghitung jumlah denda keterlambatan dalam membayar angsuran kredit mobil, berikut rumus penghitungannya:

(0,2:100) x  angsuran

Jadi, jika nominal angsuran anda setiap bulannya adalah Rp 10.000.000,00 maka penghitungannya adalah sebagai berikut:

(0,2:100) x Rp 10.000.000,00 = Rp 200.000,00 (per harinya)

Ilustrasi penghitngan di atas didasarkan pada presentase dari Adira Finance. Sedangkan untuk lembaga finance lain besarnya presentase setiap harinya bisa beragam, rentangnya 0,3% hingga 0,5%.

Berikut beberapa perusahaan pembiayaan (leasing) yang memberikan keringanan pembayaran:

  • FIF Group – Telah mengumumkan akan memberikan relaksasi dengan penurunan besaran angsuran melalui perpanjangan jangka waktu dan penurunan suku bunga serta solusi lain sesuai ketentuan.
  • WOM Finance – Bentuk relaksasinya ialah solusi berupa program keringanan cicilan serta perpanjangan waktu angsuran.
  • Mandiri Tunas Finance – Keringanan yang diberikan ialah dalam bentuk penundaan pembayaran kewajiban, keringanan yang disesuaikan dengan kondisi atau jenis usaha pelanggan.
  • CSUL Finance – Memberikan keringanan pembiayaan yang meliputi perpanjangan jangka waktu cicilan dan penundaan sebagian pembayaran.

Cara mengajukan permohonan relaksasi keringanan cicilan atau angsuran kredit kendaraan bermotor kepada perusahaan pembiayaan atau leasing sebenarnya cukup mudah dan bisa melalui online tanpa harus mendatangi langsung kantornya.

Kebijakan ini diberlakukan karena adanya dampak wabah covid19 yang melanda Indonesia sehingga mengakibatkan ekonomi masyarakat juga turut mengalami kemerosotan yang signifikan beberapa bulan terakhir ini.

Langkah langkah pengajuan keringanan ini sudah diberlakukan mulai 30 Maret 2020 sebagai bentuk permohonan restrukturisasi dengan cara mengisi formulir yang dapat diunduh melalui website resmi perusahaan pembiayaan atau dapat juga dari aplikasi.